Wednesday, September 13, 2006

Cinta Dunia

Oleh : Arif Abi Naufal

''Dan tiadalah kehidupan dunia ini, selain dari main-main dan senda gurau belaka. Dan sungguh, kampung akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa. Maka, tidakkah kamu memahaminya?' (QS Al-An'am: 32).

Rasulullah SAW bersabda, ''Barangsiapa mencintai dunia, maka dia merusak akhiratnya, dan barangsiapa yang mencintai akhirat, maka (seolah-olah) membinasakan dunianya. Maka, utamakanlah yang kekal (akhirat) daripada yang fana (dunia).'' (HR Ahmad dan Baihaqi).

Bahayanya bila di dalam hati kita dikuasai oleh kecintaan kepada dunia, berulang-ulang ditegaskan oleh Allah dan juga Rasul-Nya, dalam banyak ayat-ayat dan hadis. Sehingga, barangsiapa yang mau mengambil hikmah darinya, maka ia termasuk ke dalam golongan manusia yang beruntung. Jika tidak, maka segala macam kerugian dan malapetaka pasti akan menimpanya baik ketika di dunia, lebih-lebih nanti di alam akhirat.

Kecintaan kepada dunia yang dimaksud adalah bahwa segala fasilitas kehidupan yang diberikan oleh Allah SWT, dipergunakannya semata-mata hanya untuk melampiaskan hawa nafsunya saja. Sehingga, ia diperbudak dan menjadi hamba hawa nafsunya sendiri. Bahkan, hawa nafsu itu diposisikan sedemikian rupa sehingga ia ditaati seperti menaati tuhan.

Jika manusia sudah sedemikian rupa keadaannya, maka hatinya akan menjadi keras. Segala kebaikan-kebaikan sulit untuk dapat masuk ke dalam hati, karena setan sudah menguasai dan bertahta secara menyeluruh di dalam hatinya.

Imam Ghazali berkata, ''Ciri khas nafsu ialah merasa enak, lalai, santai atau malas. Dan semua ajakannya bersifat batil. Andaikan engkau mau menuruti perintahnya, engkau akan rusak. Atau lupa tidak mewaspadainya, engkau pasti hanyut dan sulit sekali menolak keinginannya. Padahal, semua itu akan mengajakmu ke neraka.'' (Mukasyafatul Qulub).

Kehidupan ini, bagaimanapun lamanya, akan berakhir juga. Cepat atau lambat, suka atau tidak semua manusia akan meninggalkannya dan harus mempertanggungjawabkan semua tindakannya di hadapan Allah SWT. Bila kebaikan yang ditanam, maka akan menuntun ke surga. Jika keburukan yang dikerjakan, maka akan menjerumuskannya ke neraka. Maka, sudah saatnya kita memohon kepada Allah SWT agar dianugerahi kemampuan untuk memahami hakikat dunia ini, lalu dengan penuh kehati-hatian meletakkannya di tangan kita, bukan di hati.

Sumber : Kolom Hikmah Republika Online, 12-09-2006
http://www.republika.co.id/kolom_detail.asp?id=264214&kat_id=14

No comments: