Wednesday, August 16, 2006

Keutamaan Zikir

Oleh : Samsul Bahri Djari

Makna zikir menurut bahasa sebagaimana disebutkan oleh Ibn Manzhur adalah menjaga sesuatu dengan cara mengingat atau menyebutnya. Ini sesuai dengan makna zikir yang digambarkan Alquran. (QS Al-Baqarah [2]: 152) dan (QS Al-Anfaal [8]: 45).

Kita diperintahkan banyak berzikir dalam setiap keadaan agar memperoleh keberuntungan (QS Al-Anfaal [8]: 45), ketenangan (QS Al-Ra'd [13]: 28), bahkan Allah SWT menjanjikan ampunan dan pahala yang besar bagi yang suka berzikir (QS Al-Ahzab [33]: 35).

Abu Said al-Khudri dan Abu Hurairah menyaksikan ketika Rasulullah SAW berkata kepada para sahabat, ''Tidaklah satu kaum yang duduk mengingat Allah kecuali mereka akan dikelilingi para malaikat, memperoleh kucuran rahmat juga merasakan ketenangan yang teramat sangat dan yang lebih utama dari itu semua adalah Allah akan menyebut mereka di hadapan makhluk-makhluk-Nya.'' (HR Muslim).

Sebagaimana zikir merupakan perbuatan yang disukai Allah SWT, pun demikian halnya dengan menghadiri majelis-majelis zikir. Dalam hadis yang diriwayatkan Anas bin Malik disebutkan, ''Apabila kalian melewati taman-taman surga maka hadirilah. Lalu para sahabat pun bertanya, 'Wahai Rasulullah, apakah yang dimaksud dengan taman-taman surga itu?' Rasulullah SAW menjawab, 'Majelis-majelis zikir.' Allah memiliki sepasukan malaikat yang selalu berkeliling mencari majelis-majelis zikir yang jikalau mereka menemukannya, maka majelis tersebut akan dipenuhi malaikat-malaikat itu.'' (HR At-Tirmidzi).

Zikir merupakan perbuatan yang teramat ringan untuk dikerjakan, namun teramat besar ganjaran yang bakal diperoleh mereka yang suka berzikir. ''Dua buah kalimat yang ringan untuk diucapkan namun berat timbangannya di Mizan, dua buah kalimat yang disukai Allah, Subhanallah wa bihamdih Subhanallah al-'Azhim.'' (HR Bukhari).

Namun Allah SWT juga memperingatkan mereka yang meninggalkan zikir. ''Hai orang-orang yang beriman, janganlah harta-hartamu dan anak-anakmu melalaikan kamu dari mengingat Allah. Barangsiapa yang membuat demikian maka mereka itulah orang-orang yang rugi.'' (QS Al-Munafiqun [63]: 9).

Keberuntungan, ketenangan, ampunan, dan pahala yang besar dari Allah SWT merupakan balasan yang dijanjikan bagi siapa saja yang suka berzikir. Bila zikir merupakan sesuatu yang ringan untuk dilakukan dan memiliki pahala yang besar, maka sudah selayaknya bagi kita semua untuk banyak-banyak berzikir kepada Allah SWT. Jangan sampai kita termasuk ke dalam orang-orang yang merugi karena meninggalkan zikir demi urusan dunia lainnya.

Sumber : Kolom Hikmah Republika Online, 12-08-2006
http://www.republika.co.id/kolom_detail.asp?id=260479&kat_id=14

No comments: