Oleh : Wiji Suwarno
Dalam suatu riwayat dikisahkan bahwasanya Abdullah bin Amru bin 'Ash mengatakan, pada suatu hari Rasulullah SAW keluar kamar menuju masjid. Di masjid beliau mendapati dua kelompok sahabat.
Kelompok pertama adalah golongan yang sedang membaca Alquran dan berdoa kepada Allah SWT. Sedangkan kelompok kedua adalah mereka yang sedang sibuk mempelajari dan mengajarkan ilmu pengetahuan.
Nabi Muhammad SAW kemudian bersabda, ''Masing-masing kelompok sama-sama dalam kebaikan. Terhadap kelompok yang sedang membaca Alquran dan berdoa kepada Allah, maka Allah akan mengabulkan doa mereka jika Ia kehendaki. Begitupun sebaliknya, doa mereka tidak akan diterima jika Ia tidak berkenan mengabulkan. Adapun terhadap golongan yang sedang belajar-mengajar, maka (ketahuilah) sesungguhnya aku pun diutus untuk menjadi seorang pengajar (guru). Kemudian Rasul bergabung bersama mereka.'' (HR Ibnu Majah).
Demikian Islam menunjukkan pribadi Rasulullah SAW sebagai seorang guru yang menjadi sumber pengetahuan, kiblatnya keteladanan, dan pembimbing yang bijak. Sifat siddiq, amanah, tabligh, dan fathonah beliau menjadi bukti kelengkapan menjadi seorang guru.
Guru adalah profesi yang dikenal sebagai pemberi keterangan, penjelas, pendidik, pembimbing, contoh, yang dapat memberi perubahan bagi anak didik ke arah yang lebih baik dari segala dimensi, tak terkecuali sisi kecerdasan maupun akhlaknya.
Guru disebut sebagai pahlawan tanpa tanda jasa. Jika dipandang dari sudut kebangsaan, maka guru dinilai masyarakat sebagai orang yang berjasa, memiliki peran yang vital dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Hanya saja guru tidak menyandang bintang di pundak ataupun lencana kehormatan di dadanya. Walau begitu seorang guru tetap bergeming dari tugasnya sebagai pencerdas kehidupan bangsa. Inilah semangat yang pelu dipelihara.
Hal Ini berarti pula menjadi tugas yang amat penting bagi guru untuk senantiasa mengasah ilmu pengetahuannya, menjaga kemurnian akhlaknya, dan meningkatkan nilai keteladanan dalam dirinya. Ini karena guru merupakan figur yang sangat dekat, dan yang setiap saat dapat diteladani anak didiknya.
Allah SWT memberikan jaminan keselamatan bagi para penderma ilmu. Ada tiga golongan yang akan selamat dari panasnya matahari di atas kepala ketika kiamat tiba. Pertama adalah orang yang ringan mendermakan hartanya. Kedua adalah anak saleh yang berbakti kepada orang tuanya. Dan ketiga adalah orang yang senantiasa mengamalkan ilmu yang diperolehnya.
Sumber : Kolom Hikmah Republika Online, 31-08-2006
http://www.republika.co.id/kolom_detail.asp?id=262523&kat_id=14
Thursday, August 31, 2006
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment