Tuesday, December 12, 2006

Video

Oleh : Prof Ir H Ardi MSc

Kehadiran video telah memberikan dampak atau pengaruh yang sangat besar bagi kehidupan masyarakat dewasa ini. Dengan video kita bisa merekam momen-momen penting dalam kehidupan kita sebagai kenangan indah.

Namun, video juga kerap dipergunakan untuk tujuan yang tidak terpuji. Tersebarnya video porno yang mungkin berdurasi hanya beberapa menit saja ke masyarakat, tidak hanya berdampak besar pada si pelakunya, tetapi juga pada keluarga, institusi, dan masyarakat. Jabatan yang tinggi bisa copot, harga diri, pamor, dan ketenaran seketika ternoda. Malu tidak hanya menimpa si pelaku tetapi juga keluarganya.

Itu baru di dunia, bagaimanakah di akhirat kelak? Mudah-mudahan kita semua tersadar bahwa sebenarnya kehidupan kita di dunia mulai sejak kita dilahirkan ibunda tercinta sampai ajal menjemput, tidak satu detik pun luput dari catatan dan rekaman video yang mahacanggih. Ada dua 'kameraman' yang tidak pernah tidur, yaitu malaikat Rakib dan Atid yang selalu setia mendampingi di kanan dan kiri kita. Semua perbuatan baik dan buruk yang kita lakukan akan tercatat dan terekam secara detail dari segala posisi dan sudut.

Perbuatan-perbuatan baik seperti shalat, puasa, zakat, membantu orang lain dan sebagainya akan tercatat dan terekam. Perbuatan buruk pun tidak akan ada yang terluput, mulai dari mengambil ubi di kebun tetangga hingga korupsi atau menerima suap, semua terekam. Dalam mahkamah Allah kelak, semua akan diputar ulang di hadapan-Nya dan semua makhluk-Nya. Dalam QS Qaaf (26): 16-17 ''Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dan mengetahui apa yang dibisikkan oleh hatinya, dan Kami lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya, (yaitu) ketika dua orang malaikat mencatat amal perbuatannya, seorang duduk di sebelah kanan dan yang lain duduk di sebelah kiri.'' (QS Qaaf [50]: 16-17).

Dalam surat Al Infithaar (82) ayat 10-12 juga disebutkan, ''Padahal, sesungguhnya bagi kamu ada (malaikat-malaikat) yang mengawasi (pekerjaanmu), yang mulia (di sisi Allah) dan yang mencatat (pekerjaan-pekerjaan itu), mereka mengetahui apa yang kamu kerjakan.''

Apakah kita tidak malu seandainya catatan dan video kehidupan kita yang jelek diperlihatkan dan diputar di hadapan Allah kelak? Belum terlambat rasanya untuk memulai membuat 'rekaman' yang baik, yang membuat kita layak untuk masuk dalam golongan orang-orang mulia di sisi Allah.

Sumber : Hikmah Republika Online, 12-12-2006
http://www.republika.co.id/kolom_detail.asp?id=275238&kat_id=14

No comments: