Tidak terasa tahun 1427 H akan segera meninggalkan kita dan sebentar lagi menyongsong Tahun Baru 1428 H. Pergantian waktu setahun menunjukkan umur kita bertambah satu, tetapi kesempatan hidup kita di dunia berkurang pula satu tahun. Waktu laksana air yang mengalir ke hilir yang takkan pernah kembali ke hulu.
Setiap Muslim mestinya merenungi juga peristiwa yang melatarbelakangi lahirnya penamaan tahun qomariah, yaitu hijrahnya Nabi Muhammad SAW. Menurut Muhammad Rasyid Ridla, dalam tafsir Al-Manar, ada tiga sebab hijrah, dua bersifat individual dan yang satu bersifat sosial politik. Pertama, karena tidak ada kebebasan dalam melaksanakan ajaran agama. Kedua, karena tidak ada pengajaran agama di tempat lain yang tidak terdapat ulama. Ketiga, karena adanya tekanan politis dari penguasa zalim yang dilakukan secara massal.
Dari uraian tadi dapat disimpulkan hakikat hijrah sebenarnya merupakan usaha perubahan kualitas hidup, baik yang bersifat mental maupun moral sosial. Apabila dilihat dari kajian sejarah, Nabi Muhammad SAW dan para sahabatnya melakukan hijrah bukan karena takut kezaliman kafir Quraisy Makkah sehingga dianggap sebagai pengungsian atau pengusiran. Hijrah merupakan perintah Allah SWT di samping strategi besar yang dilakukan seorang pemimpin untuk membangun kekuatan baru yang tangguh. Juga sebagai suatu stategi kebangkitan Islam.
Hijrah Nabi Muhammad SAW dan para sahabatnya dari Makkah ke Madinah merupakan babak awal kebangkitan Islam. Dari hijrah, Rasulullah SAW bisa membangun masyarakat baru di Kota Madinah. Masyarakat yang terformulasikan dalam bentuk persaudaraan ukhuwah yang sangat kental, antara orang-orang yang berhijrah dari Makkah atau kaum Muhajirin dan penduduk Kota Madinah yang membantu mereka atau lebih dikenal kaum Anshar.
Rasulullah SAW menganjurkan kita untuk hijrah dari meninggalkan segala apa yang dilarang oleh Allah SWT. ''Dan berbuat dosa tinggalkanlah.'' (QS Al Muddatstsir [74]: 5). Sebuah hadis Nabi menyebutkan, orang yang hijrah itu ialah orang yang meninggalkan larangan Allah.
Jika demikian dahsyatnya pengaruh hijrah yang dilakukan Rasulullah SAW untuk menuju perubahan ke arah yang lebih baik, tunggu apa lagi. Mari kita berhijrah menjadi pribadi Muslim yang lebih baik.
Sumber : Hikmah Republika Online, 19-01-2007http://www.republika.co.id/kolom_detail.asp?id=279482&kat_id=14
No comments:
Post a Comment