Wednesday, October 11, 2006

Memberdayakan Dhuafa

Oleh : Ust Aslih Ridwan SAg

Apakah pengikut Muhammad yang kali pertama menyambut seruan agama ini terdiri atas orang-orang elite atau orang-orang dhuafa? Begitu satu dari 10 pertanyaan Heraclius, raja Romawi kepada Abu Sofyan bin Harb. Jawab Abu Sofyan, ''Mereka kebanyakan dhuafa.'' Kemudian kaisar mengatakan begitulah pengikut para rasul utusan Tuhan sebelumnya. ''Bila yang Anda katakan itu benar, maka Muhammad akan menguasai tempat pijakan kedua telapak kakiku ini. Aku semula mengira bahwa rasul yang diutus itu bukan dari kalangan kaum kalian.

Seandainya aku tahu bahwa aku bisa bertemu dengannya, aku akan datangi dia dan mencuci kedua talapak kakinya.'' (HR Imam Bukhari dari Abu Sofyan) Ironisnya, umat Muhammad pada hari ini kurang dekat dengan kaum dhuafa bahkan cenderung mengabaikannya. Sehingga, mereka kaum yang terpinggirkan dijadikan objek pemurtadan dan dieksploitasi.

Padahal, menolong dan membela kaum yang lemah mustadh'afien adalah tanda-tanda orang yang bertakwa (QS Al Ma'arij [70]:24-25). Mengabaikan fakir miskin, tiada rasa empati serta kurangnya kepedulian terhadap problem mereka, maka dianggap mendustakan agama (QS Al Maa'un [107]:1-3). Mari kita berkaca lagi.

Sumber : Kolom Hikmah Republika Online, 11-10-2006
http://republika.co.id/kolom_detail.asp?id=268011&kat_id=14

No comments: