Oleh : Dr Hj Tutty Alawiyah AS
Dalam kehidupan, manusia harus memiliki sebuah tujuan. Seorang yang telah mendapatkan Islam mempunyai tujuan dan arah yang jelas. Dia mempunyai pedoman dan petunjuk berupa Alquran dan As-Sunah, yang akan mengantarkannya sampai ke tujuan dengan selamat.
Islam mengajarkan hidup berkeseimbangan dan memahami bahwa hidup ini adalah sebuah perjalanan panjang menuju tujuan yang benar, yaitu kepada jalan akhirat yang Tuhan sudah sediakan. Jalan menuju kepada Allah dan jalan kekekalan ke negeri akhirat itu ada fase-fasenya. Dunia, adalah satu fase saja.
Bagi orang yang mempunyai agama dan dia mengikuti Islam secara kaffah, dia akan dapat hidup dengan seimbang dan hidup dengan kebenaran dan kedamaian. Tetapi tidak mudah untuk mencapai keseimbangan karena di dunia ini banyak daya tarik, godaan yang bisa membuat manusia lupa, tergelincir, tersesat, dan lain-lain.
Hidup ini tidak bisa dijalani dengan seenaknya. Namun bukan berarti tidak bisa dilalui dengan mudah. Kalau saja manusia itu lebih bisa merenung akan tercapai bahwa hidup ini bisa menjadi mudah dan setiap persoalan selalu ada solusi dan jalan keluar yang baik. Adalah sangat disayangkan kalau manusia banyak yang tergelincir dan terpuruk berkepanjangan hanya karena merasa ujian-ujian yang diterimanya dia rasa tidak bisa mengatasinya.
Muslim yang 'menemukan jalannya' adalah Muslim seperti yang digambarkan oleh Rasulullah SAW dalam sebuah hadisnya: ''Kalau senang ia bersyukur, kalau susah dia bersabar.''
Cobaan itu datang dari Allah. Orang-orang yang sabar terhadap musibah adalah orang-orang yang akan mendapat kabar gembira dari Tuhannya, seperti firman Allah dalam QS Al Baqarah ayat 155-157. ''Dan berikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar, yatu orang-orang yang apabila ditimpa musibah mereka mengucapkan, innaalillahi wa innaa ilaihi raaji'uun. Mereka itulah yang mendapat keberkatan yang sempurna dari Tuhannya, dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk.''
Ramadhan adalah bulan yang pas untuk menggembleng diri menjadi Muslim yang menemukan jalannya, yaitu jalan Tuhan. Satu bulan penuh dalam setahun ini Allah berkehendak meningkatkan derajat ketakwaan hamba-hambanya. Salah satu mata 'pelajaran' penting dalam ibadah puasa adalah melatih kesabaran, supaya hidup selalu dalam keseimbangan.
Melatih kesabaran ini sangat penting karena manusia sekarang ini sering putus asa apabila menghadapi sebuah kenyataan yang pahit. Kita lihat saat ini banyak sekali orang yang mudah putus asa. Mendapat sedikit ujian, dia langsung menyerah. Mendapat ujian berupa ketidakmampuan ekonomi, dia dengan segera berpindah keyakinan.
Semoga melalui ibadah Ramadhan ini, iman kita dimantapkan. Rahmat Tuhan itu sangat luas. Terlalu sayang bila kita menyerah terhadap segala cobaan, yang adalah hanya ujian kecil dari Allah dalam satu fase -- yaitu alam dunia -- dalam perjalanan menuju-Nya.
Sumber : Kolom Hikmah Republika Online, 02-10-2006
http://www.republika.co.id/kolom_detail.asp?id=266783&kat_id=14
Monday, October 02, 2006
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment